Pesan Sidang MD ST 1 ke 33

PESAN SIDANG KE – 33
GREJA KRISTEN JAWI WETAN MAJELIS DAERAH SURABAYA TIMUR I
Di GKJW Jemaat Sukolilo, 23 - 24 September 2017

Patut kiranya kita bersyukur kepada Allah atas berkat-Nya yang melimpah dan atas penyertaan-Nya dalam perjalanan kehidupan kita. Kita bersyukur kepada Allah, hanya oleh kasih setia dan penyertaan-Nya maka Sidang Ke - 33 Majelis Daerah Surabaya Timur I di GKJW Jemaat Sukolilo tanggal 23 - 24 September 2017 dapat berjalan dengan baik dan lancar. Tema persidangan kali ini adalah “Mandiri dan Menjadi Berkat”. Bercermin pada tema ini diharapkan  GKJW tidak hanya mampu mandiri dan menjadi berkat di lingkup GKJW saja, melainkan GKJW dapat menjadi berkat bagi sesama ciptaan Allah. Dengan berpegang pada tema ini, kita semua diajak, ditantangsekaligus disemangati untuk dapat berbuat banyak dengan berbekal talenta dan potensi yang kita miliki.

Pada Sidang ke-33 Majelis Daerah Surabaya Timur I kali ini, ada beberapa hal yang patut mendapat perhatian kita semua, yakni:

  1. Sidang Pengesahan PKT

Pada persidangan kali ini membahas tentang Penyusunan dan Pengesahan Program Kegiatan Tahunan (PKT) MD. Surabaya Timur I tahun 2018.  Diharapkan PKT MD.Surabaya Timur I tahun 2018 yang telah disahkan dapat dijadikan acuan bagi penyusunan PKT jemaat-jemaat dilingkup MD. ST I. Sehingga gerak dan langkah pelayanan dilingkup MD. ST I dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

  1. Dana Pesekutuan Majelis Daerah

Sebagai sesama anggota dalam sebuah persekutuan, kita semua memiliki hak dan kewajiban. Kita berhak memperoleh pelayanan yang baik, namun di sisi lain kita juga menanggung kewajiban bagi persekutuan kita. Kewajiban kita sekaligus sebagai panggilan untuk memberikan yang terbaik bagi gereja Tuhan. Salah satu kewajiban kita adalah mendukung kegiatan Majelis Daerah melalui Dana Persekutuan MD. Sidang ke-33 MD. ST I telah menetapkan ketentuan baru, yakni jemaat-jemaat menanggung 50% anggaran MD. Sedangkan 50% anggaran MD selebihnya ditanggung oleh Dana Cadangan MD. Maka sebagai jemaat kita diajak untuk tidak hanya memikirkan kebutuhan pendanaan dalam jemaat kita masing-masing. Akan tetapi kita juga diajak untuk memikirkan dan mendukung pendanaan kegiatan MD. Di sinilah tampak bahwa kita mampu menjadi jemaat yang mandiri dan sekaligus menjadi berkat bagi sesama kita (dalam hal ini MD), sesuai dengan tema dalam persidangan kali ini.

  1. Gerakan Oikumene

Tidak dapat dipungkiri bahwa kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang heterogen. Saat-saat ini masyarakat yang heterogen itu marak dengan tindak intoleransi. Tentu kita tidak dapat menutup mata atas berbagai peristiwa yang sedang terjadi. Dalam konteks itu, kita semua diajak untuk kembali mengobarkan semangat gerakan oikumene. Gerakan oikumene mendapatkan tantangan baru. Kita yang adalah anggota tubuh Kristus terpanggil untuk secara pro-aktif membangun dan memperkuat, baik gerakan oikumene lintas gereja maupun gerakan kerukunan lintas agama, pada lingkup kota maupun antar-kota/antar daerah. Untuk itulah jemaat perlu membentuk Komisi Hubungan Antar Umat (KAUM) di masing-masing jemaat. Dengan tujuan gereja mampu membawa keteduhan, kedamaian dan kerukunan ditengah-tengah kehidupan bersama. Gereja mampu membangun persekutuan yang kuat dan hubungan yang baik di tengah masyarakat yang heterogen ini.

  1. Pelaksanaan Pilkada

Di dalam perjalanan gereja yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, gereja juga berhadapan dengan hal-hal yang berbau politik. Proses pergantian kepala pemerintahan adalah salah satu agenda perpolitikan. Merespon terjadinya proses pilkada 2018 yang akan segera kita hadapi mengajak kita semua untuk bersikap positif, kreatif, kritis dan realistis. Politik dapat berdampak baik atau positif, namun juga dapat berdampak buruk atau negatif. Namun sebagai warga gereja yang telah dipersatukan, kiranya apapun yang terjadi tidak dapat menceraiberaikan persekutuan kita. Sebaliknya kita terpanggil untuk memberlakukan hidup dalam kasih, sukacita, dan damai sejahtera bagi semua pihak.

5.  Dauran Penatua dan Diaken

Tahun 2018 adalah masa akhir pelayanan Penatua dan Diaken Daur 2016 - 2018. Oleh karena itu di tahun 2018 jemaat akan mengadakan pemilihan Penatua dan Diaken untuk masa bakti 2019-2021. Berkaitan dengan itu jemaat-jemaat perlu mempersiapkan diri dalam proses dauran tahun depan melalui pembentukan panitia dauran MJ serta mem-PKT-kannya pada PKT jemaat masing-masing. Harapannya melalui dauran ini kesinambungan pelayanan dan kualitas pelayanan di lingkup MJ, MD, dan MA dapat berjalan dengan baik.

Demikian pesan sidang ke – 33/2017 Majelis Daerah Surabaya Timur I di GKJW Jemaat Sukolilo. Kiranya melalui persidangan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang kita lakukan di lingkup Majelis Daerah Surabaya Timur I. Tuhan Yesus memberkati dan memampukan kita. Amin.

                                                                                       Surabaya, 24 September 2017

                                                                                                                                      PELAYAN HARIAN MAJELIS DAERAH

                                                                                                                                                GKJW SURABAYA TIMUR I

            Ketua                                                                                               Sekretaris I

 

 

                                                                                                           

            

          Pdt. Wolter Kalangi, S.Th                                                           Pdt. Ardi Rahardiyanto, S.Si