GKJW Waru Memaknai Kenaikan Kristus dan Pembukaan Bulan KESPEL dengan Iman yang Hidup

Waru, 29 mei 2025 - GKJW Waru menggelar ibadah kenaikan Yesus Kristus bersamaan dengan pembukaan Bulan Kesaksian dan Pelayanan, dengan tema “Pembukaan Bulan KESPEL dan Kenaikan Yesus Kristus” . Dua kali ibadah dilangsungkan hari itu: pagi pukul 08.30 dan sore pukul 17.00, masing-masing dilayani oleh Pdt. Kristanto bersama Vikar Tri Rahayu dan GI. Erif. Dengan latar pembacaan Alkitab dari Kisah Para Rasul 1:1-11, Efesus 1:15-23, dan Lukas 24:44-53, dengan mendaraskan mazmur 93, umat diajak merenungkan makna peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga, bukan sebagai perpisahan, melainkan sebagai pengutusan. Di tengah dunia yang sarat luka dan ketidakpastian, umat dipanggil menjadi saksi kasih Kristus. Dalam khotbah ibadah pagi, Pdt. Kristanto menyampaikan bahwa saat Yesus naik ke surga, Ia meninggalkan warisan paling agung: misi pelayanan. “Yesus tidak naik untuk menjauh dari kita. Ia naik agar kita dimampukan menghadirkan Kerajaan Allah di bumi, melalui cinta yang nyata,” tuturnya. Suasana ibadah yang diikuti oleh umat, mulai balita, pratama, madya, remaja, hingga dewasa, peristiwa ini menjadi gambaran kebersamaan gereja dalam menyambut pengutusan.  Selama ibadah, lagu-lagu pujian menggema dalam harmoni yang menyatukan. Anak-anak duduk berdampingan dengan orang tua dan lansia, membentuk wajah gereja yang hidup, ramah, dan penuh cinta kasih. Jemaat larut dalam momen spiritual yang menguatkan: bahwa panggilan pelayanan bukan untuk mereka yang sempurna, tetapi bagi mereka yang mau melangkah bersama Tuhan. Pdt. Kristanto mengajak jemaat, “Mari kita menjadi perpanjangan kasih Kristus. Gereja yang melayani bukan dari mimbar saja, tapi dari hidup sehari-hari.” Kenaikan Yesus membawa pesan: langit telah terbuka, kini giliran umat membuka hatinya. Karena dalam setiap tangan yang menyeka air mata sesama, di sanalah Kristus hadir dan naik dalam kemuliaan yang baru.