Kecil Tapi Berdampak: Camp Pengayaan Katekisasi Madya-Remaja 2025 Hadirkan Spirit Iman yang Menggerakkan

Waru, 28 Juni 2025 - Suara riang anak-anak dan remaja berpadu syahdu dengan desir angin pegunungan. Sabtu hingga Minggu, 21–22 Juni 2025, Bumi Perkemahan Mahanaim, Trawas, menjadi saksi sebuah gerakan kecil yang memancarkan cahaya besar. Di bawah langit cerah pegunungan, KPKt (Komisi Pembinaan Katekisasi) menggelar Camp Pengayaan Katekisasi Madya-Remaja 2025, sebuah kegiatan spiritual yang menyatukan generasi muda dan orangtua dalam satu semangat: bertumbuh bersama dalam kasih dan pengenalan akan Allah.Mengangkat tema “Kecil Tapi Berdampak” yang diilhami dari 1 Timotius 4:12, camp ini bukan sekadar perkemahan biasa. Ia adalah ruang belajar yang hidup, tempat 29 katekisan madya dan 32 katekisan remaja menemukan bahwa usia muda bukan halangan untuk memberi dampak kekal. Di akhir tahun pembelajaran rohani 2024–2025 ini, mereka diajak menyelami nilai-nilai iman melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif, dari drama Alkitab, permainan rohani, hingga diskusi kelompok yang menggugah nurani. Namun bukan hanya anak-anak yang terlibat. Sebanyak 64 orang tua dan panitia hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai support system yang aktif, membuktikan bahwa pertumbuhan iman bukan hanya tugas gereja, tapi panggilan keluarga. Dalam kehangatan tenda-tenda, api unggun, dan doa bersama, terbentuklah jembatan yang memperkuat relasi anak dan orangtua dalam terang kasih Kristus. “Kami percaya bahwa anak-anak ini, meski kecil dalam usia, dipanggil untuk menjadi terang bagi dunia, memberi kontribusi yang bernilai kekal bagi sesama dan seluruh ciptaan Tuhan,” ungkap salah satu panitia dengan mata berbinar. Tak jarang, tawa para remaja bersanding dengan linangan air mata haru orangtua saat sesi refleksi malam. Dalam keheningan alam, banyak yang tersadar, bahwa iman bukan sekadar hafalan ayat, melainkan perjalanan bersama, dari generasi ke generasi. Camp ini mengajarkan satu hal sederhana namun mendalam, dalam dunia yang gaduh dengan prestasi dan pencapaian lahiriah, suara kecil iman seorang anak bisa mengguncang hati, membangkitkan harapan, dan menyatakan bahwa Kerajaan Allah hadir lewat hal-hal yang kecil, tapi sungguh berdampak. Di Mahanaim, di tengah gemuruh alam Trawas, benih iman itu ditanam. Dan kita percaya, pada waktunya, ia akan bertumbuh menjadi pohon kehidupan, memberi keteduhan bagi dunia yang merindukan kasih sejati.