PEMAHAMAN ALKITAB KPPW
30 Maret 2017
“ BUKAN PERKARA BESAR ATAU KECIL “
Bacaan : Matius 25 : 14 – 30
Pengantar bacaan
Bacaan ini mengkisahkan seorang Tuan yang akan bepergian kenegeri yang jauh Ia membagikan Talent kepada hamba-hambanya sesuai dengan kesanggupan masing-masing agar sambil menanti kedatangan Tuannya tersebut para hamba dapat mengembangkan talenta-talenta itu.
Hamba yang mendapatkan 5 dan 2 talenta dengan segera mengembangkan talenta mereka masing-masing dan mendapat keuntungan. Sedang yang mendapat 1 talenta kemudian pergi dan menggali lobang untuk menyembunyikan harta tuannya.
Ketika sang tuan datang dan meminta pertanggunjawaban maka hamba yang mendapatkan 5 dan 2 telenta dan mengembangkannya disebut sebagai hamba yang baik dan setia. Namun hamaba yang mendapatkan satu talenta dan menggali lobang untuk menyembunyikan telenta tersebut oleh sang Tuan disebut sebagai hamba yang jahat dan malas .
Dalam kisah ini memang tidak diketahui apa yang sedang dipergumulkan oleh hamba yang mendapat satu talenta . tetapi kata-kata kemarahannya pada tuannya yang diungkap dalam ayat 24 merupakan indikasi bahwa hamba ini memeiliki persepsi tertentu terhadap tuannya. Ia memiilih untuk menyalahkan tuannya atas ketidak berhasilannya mengembangkan talenta.
Satu talenta adalah ukuran untuk berat barang yang padat berkisar 34 kg artinya satu talenta sebenarnya tidaklah sedikit dalam kontek masa itu . jika disejajarkan dengan upah maka satu talenta sama dengan 6000 dinar. Sementara pada masa masa itu upah orang bekerja sehari adalah 1 dinar . dengan demikian asset yang dimiliki oleh hamba yang disebu jahat dan malas bernilai cukup.
Bagi kita talenta itu bisa digambarkan sebagai potensi diri , kisah ilustratif mengingatkan kita bahwa potensi yang ada dalam diri setiap orang jika dikembangkan akan bernial sangat besar . namun kejahatan dan kemalasan bisa membuat lumpuh dan tidak produktif padahal semua itu merupakan anugerah Tuhan yang wajib dioptimalkan.
Hamba- hamba yang mengoptimalkan potensinya disebut oleh sang tuan sebagai hamba yang baik dan setia ( rajin dan dapat dipercaya , 21,23 ) dari situ dapat diketahui bahwa pengembangan potensi diri merupakan pengembangan karakter . dan hamba-hamba yang rajin serta dapat dipercaya tersebut akhirnya mendapatkan kebahagiaan dari tuannya . sebaliknya hamba yang jahat dan malas mendapatkan ganjaran yang setimpal.
Kepribadian yang baik sebagai potensi ,jika dikembangkan akan menjadi suatu modal besar yang menguntungkan.
Pengembangan diri sangat dipengaruhi oleh cara pandang seseorang terhadap kesempatan , tentang Tuhan sang pemberi talenta serta tentang hidup dan masa depan.menangani dan mengelola potensi dengan tepat akan menghasilkan kepribadian baik dan matang yang berguna tidak hanya bagi diri sendiri tetapi berguna bagi lebih banyak pihak.
Pertanyaan untuk diskusi :
- Menurut anda apakah yang memotivasi hamba yang diberi 1 ( satu ) talenta tadi untuk tidak mengembangkan talenta itu ?
- Sebagai perempuan kira –kira anda termasuk tipe hamba yang diberi talenta berapa ?
- Apakah pengembangan diri merupakan hal yang penting bagi para perempuan ? jika ya , mengapa ?
- Hal-hal apa yang bisa anda dan perempuan lain melakukan untuk mengembangkan diri dalam komunitas ?
