Rabu, 08 Maret 2017 oleh Vic. SKR
Matius 18:10-14
"Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang" ~ayat 11~
Waktu masih SMP, sepulang sekolah pasti saya langsung disuruh paman untuk membawa 3 ekor kambingnya ke sawah untuk digembalakan. "Angon Wedus" begitu kami menyebutnya. Hampir setiap sore saya melakukannya, bersama teman-teman yang menggembalakan kambing miliknya masing-masing.
Jika mengingat waktu itu, sungguh sangat mengasikkan sekali. Sambil menemani kambing-kambing kami makan, kami bermain-main berbagai macam permainan.
Satu-satunya hal yang paling tidak saya suka adalah ketika kambing-kambing itu pergi dan memakan tanaman warga (nedhak). Saat itu saya takut dimarahi, apabila sang pemilik tanaman mengetahui hal itu. Demikian juga saya kuatir kalau- kalau tanaman itu baru saja di obat oleh pemilik tanaman, sehingga kambing saya mati. Saya marah kepada kambing saya karena rumput yang ada di tempat semula masih banyak, malah memilih tanaman milik warga. Mengingat hal itu, sering saya tersenyum sendiri... Heeeemmmm.... emang dasar kambing..
Dari pengalaman ini saya menemukan makna dari perumpamaan yang diajarkan Tuhan Yesus tentang domba yang hilang. Tuhan yang begitu mengasihi umatNya, tentu tidak akan membiarkan umatNya tersesat. Tentu Tuhan sangat kuatir terjadi sesuatu terhadap umatNya, Dia tidak rela umat milikNya binasa oleh karena jalan keliru tang di tempuh. Karena itu, Dia akan terus mencari sampai Dia menemukan dan menempatkan umat kepunyaanNya di tempat yang selayaknya.
Terkadang kita, sebagai umat berlaku seperti kambing-kambing tadi. Kita sudah berada di jalan yang lurus, tetapi masih saja kita memilih jalan yang berliku. Kita sudah hidup di jalan Tuhan yang penuh sukacita dan kebahagiaan, tiba-tiba memilih jalan lain yang pada akhirnya membawa kita kepada penderitaan.
Saudaraku, mari kita menyadari bahwa Tuhan itu sangat mengasihi kita. Wujud kesadaran kita adalah kembali ke jalan Tuhan, hidup dalam kasih karunia Tuhan. Tuhan tidak akan marah, tetapi Tuhan mencari dan menemukan kita, membawa kita kembali ke pangkuanNya dalam sukacita yang besar. Itulah Tuhan kita yang senantiasa mengasihi kita, umat kepunyaanNya.Amin.
