Sabtu, 29 April 2017
Bacaan: Lukas 14:12-14 | Nyanyian: KJ 433
“….karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu.” (ayat 14)
TAK BERBALAS
“Kenapa sih kok ga dibalas sms atau WA ku....? ditelphone juga tidak diangkat...” Demikianlah gerutu kita ketika mencoba menghubungi orang lain tetapi tidak mendapatkan balasan. Pasti kita pernah mengalami peristiwa itu. Akhirnya, muncul banyak dugaan-dugaan kepada orang yang kita hubungi tersebut. Ya, kita selalu mengharapkan balasan atas apa yang kita lakukan kepada orang lain. Demikian juga kita sering meminta balasan kepada Tuhan saat melakukan sesuatu kepada-Nya. Hidup dan aktifitas kita sering diisi oleh pamrih yang demikian itu. Karena itu mari kita belejar lagi dari Firman Tuhan dalam Lukas 14:12-14!
Melalui Injil Lukas ini Tuhan Yesus mengingatkan kita tentang bagaimana sikap kita jikalau melakukan sesuatu kepada orang lain apalagi berkaitan dengan pemberian. Memang tidak ada larangan untuk kita menuntut balasan dari pemberian kita, tetapi ada bagian yang tidak kalah penting yang jangan dilupakan yaitu: memberi kepada orang lain dengan tidak mengharapkan balasan. Secara khusus pesan itu dikaitkan dengan jamuan makan atau pesta. Dari sinilah ada beberapa pesan yang disampaikan kepada kita yaitu: pertama, dalam memberi harus dilandasi perasaan tulus hati tanpa pamrih. Ukurannya adalah pemberian itu menjadikan sebagian dari milik kita berkurang namun berkurangnya milik kita itu akan membawa kita kepada kebahagiaan. Kedua, pemberian yang benar adalah pemberian tanpa mengharapkan balasan. Dan pemberian yang demikian inilah yang menjadi pangkal kebahagiaan.
Mari sejenak kita merenungkan: berapa banyak kita memberi kepada orang lain? Dari sekian banyaknya pemberian kita apakah menjadikan kita bahagia? Sesungguhnya hidup kita adalah anugerah, karena memang Tuhan telah memberikan diri-Nya terlebih dahulu bagi kehidupan kita. Mari kita meneladani kasih Tuhan kita Yesus Kristus jikalau ingin hidup berbahagia: memberi tanpa mengharapkan balasan. [to2k]
“Memberi tidak pernah membawa kita mengenal Tuhan, namun Pengenalan akanTuhan membawa kita mampu memberi kepada sesama.”
