IBADAH PEKAN KELUARGA TGL 16 S/D 19 JUNI 2017

Ibadah Keluarga tanggal 16 Juni 2017

  1. Saat Teduh
  2. Berdoa
  3. Memuji  AGUNGKAN KUASA NAMANYA (KJ 222b: 1,3)
  1. Agungkan kuasa nama-Nya; malaikat bersujud!

             Nobatkan Raja mulia dan puji, puji,

             Puji Yesus, Tuhanmu.

2. Kaum Israel pilihan-Nya, dosamu ditebus!

      Mesiasmu terimalah dan puji, puji.

      Puji, Yesus, Tuhanmu.

 

  1. Bacaan           : Efesus 2 : 1-7
  2. Renungan

“ Semuanya adalah Kasih Karunia”

Dalam budaya jawa pengharapan orang tua kepada anak anak kelak kalo sudah dewasa ada pesan yang sering disampaikan “ anankku mbesok nek wes mentas ndhang dadio wong “

Dadi Wong  artinya menjadi dewasa dan mandiri dan proses itu terjadi melalui waktu atau proses panjang yang tidak terjadi seketika. Proses penyiapan seorang anak menjadi dewasa dan mandiri itu oleh orang tuanya sudah dimulai sejak anak tersebut dalam kandungan ibunya , lahir mrnjadi seorang anak balita,pratama,madya remaja sampai usia muda. Kita dapat memebayangkan betapa luar biasanyasemangat pengharapan orang tua dalam merawat , menjaga , mendidik dan mempersiapkan anak-anaknya untuk tumbuh dewasa supaya kelak anak-anaknya menjadi anak yang dewasa dan mandiri.

Demikian pula dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus ( Efesus 2 : 1-7 ) ada nasehat atau share yaitu berbagi pengalaman iman bahwa dahulu Paulus sama seperti Jemaat Efesus yaitu juga pernah berada dalam keadaan sebagai orang yang belum dewasa yaitu hidup dlam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran sendiri yang jahat dan mati karena pelanggaran – pelanggaran dosa ( ayat 1,3 ).

Pengakuan Rasul Paulus yang jujur dan terbuka ini yaitu sebagai orang yang pernah berdosa dan jahat sekarang berbanding terbalik dengan masa mudanya dahulu. Melalui kebaikan kristus sekarang Paulus telah diubah dan diselamatkan hidupnya.

Pengalaman proses perubahan hidup Paulus ini juga dinasehatkan dan diceritakan ulang kepada jemaat Efesus bahwa kristus selalu menunjukkan kebaikan dirinya sebagai Bapa yang selalu menunjukkan kekayaan kasih karuniaNYA kepada umatNYA dan oleh karena itulah jemaat Efesus janganlah rendah diri atau malu sebagai orang yang belum dewasa secara iman. Kuasa krisrtus mampu menghidupkan dan membengkitkan kita dari kematian pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita dan oleh kasih karuniaNYA kita akan diselamatkan.

Sebagai orang percaya tentulah kita semakin hari akan semakin berubah dan semakin dewasa dan semakin mandiri serta semakin menjauh dari pelanggaran-pelanggaran dan dosa dosa yaitu dengan ditandai hidup dan tinggal selalu bersama-sama dengan Kristus ,perubahan hidup baru seperti itu terjadi kerena kuasa kristus yang senantiasa campur tangan untuk memendirikan umatNYA.

Sama seperti pengalaman hidup rasul Paulus demikian pula dengan orientasi hidup kita bahwa orientasi hidup kita tidak lagi dengan mengingat ingat masa lalu , tetapi orientasi hidup kita sekarang adalah ditujukan pada masa yang akan datang , dimana segala hidup dan potensi hidup kira diarahkan pada pelayanan kasih karunia yang melimpah limpah sesuai dengan kebaikan NYA terhadap kita dalam Kristus Amin

 

  1. Memuji  “KU INGIN MENYERAHKAN” (KJ 441:1)
  1. ‘ku ingin menyerahkan seluruh hidupku

Sekalipun tak layak, kepada Tuhanku.

Kubunuh keinginan dan hasrat hatiku,

Supaya hanya Tuhan mengisi hidupku.

 

  1. Doa Penutup ( saling mendoakan )
  2. Saat Teduh

 

 

 

 

Ibadah Keluarga tanggal 17 Juni 2017

 

  1. Saat Teduh
  2. Berdoa
  3. Memuji  “TINGGAL DALAM YESUS”(KJ 356 : 1-2)
  1. Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya

B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya

Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya

Dialah Pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

  1. Kita sebagai ranting pasti berbuahlah,

Asal dengan setia tinggal di dalam-Nya.

Tinggallah dalam Yesus, muliakan nama-Nya:

Hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya.

 

  1. Bacaan           : Mazmur 104 : 24 - 34
  2. Renungan

“ Kebesaran Tuhan dalam segala Cipataan”

 

Ada pepatah tiongkok yaitu : Semakin panjang dan putih rambut kita , maka kita akan semakin tua dan bijaksana. Artinya bahwa semakin bertambah umur dan usia maka kita akan semakin dewasa dan bijaksana , semakin tenang dan sabra  serta semakin menjadi sosko guru dan teladan bagi banyak orang. Jadi ada pengharapan baik dalam pepatah tiongkok ini bahwa manusia itu dalam hidupnya sejak lahir samapi usia tua hendaknya semakin banyak karya perbuatan baiknya yang bermanfaat bagi seluruh makluk ciptaan Tuhan.

Penghayatan yang sma sebagai makluk ciptaan Tuhan dalam pepatah tiongkok ini juga tidak jauh berbeda seperti yang di ceritakan dalam bacaan kita hari ini maz 104 .

Pemazmur bercertita dengan suka cita bahwa Tuhan banyak melakukan perbuatan perbuatan yang Ajaib. Yang bermanfaat dan bijaksana sehingga bumi penuh dengan ciptaannya . bukti perbuatan baik Tuhan itu adalah adanya laut besar dan luas wilayahnya dan di dalam laut itu bergerak dan tidak terbilang banyaknya binatang kecil dan besar dan Tuhan Allah memberikan makan dengan kenyang pada waktunya kepada binatang di laut .

Kebaikan dan kemahakuasaan Tuhan berlanjut ketika Tuhan Allah mengambil ro mereka dan mereka akan mati binasa dan kembali menjadi debu , tetapi apabila Tuhan Allah mengirim Rohnya ke bumi maka mereka akan tercipta dan Tuhan Allah kembali memperbaharui bumi. Bagi Pemazmur kemuliaan Tuhan adalah untyk selama-lamanya dan biarlah Tuhan bersukacita karena perbuatan –perbuatanNya. Kemahakaryaan Tuhan yang luarbiasa inilah yang mendorong diri Pemazmur untuk senantiasa bernyanyi bagi Tuhan selama hidupnya dan bermazmur selagi masih ada dan akhirnya pemazmur menutup nyanyian syukurnya demikian : “biarlah renunganku manis kedengaran kepadaNYA! Aku hendak bersukacita karena Tuhan.”

Banyak perbuatan-perbuatan selama kita hidup dan selagi kita ada yang dapat kita lakukan untuk semakin hidup dan bersukacita dan upaya yang terus menerus untuk mengupayakan bumi penuh dengan ciptaaannya itu adalah tanda bahwa semakin berarti , dewasa dan bijaksana.

Apabila kita perhatiakan dengan seksama disekitar lingkungan dan kehidupan kita sehari hari banyak makluk ciptaan NYA yang hidupnya kehilangan sukacita, tidak dapat makan bahkan hamper mati karena kelaparan dan banyak ciptaan Tuhan yang mati sis-sia. Keadaan tragis dan mengerikan ini sebenarnya tidak perlu terjadi jikalau kita sama –sama memeiliki kepedulian atas hidup ciptaanNYA itu. Oleh karena itu dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita bersama-sama seperti nyanyian pemazmur untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi ciptaan Tuhan.Percayalah kuasa Kristus senantiasa akan mendorong setiap kita manusia untuk semakin berarti, semakin bijaksana dan semakin mandiri dalam perbuatan –perbuatan yang mulia , bagi sesam dan ciptaanNYA. Amin

 

  1. Memuji   YA ALLAH YANG MAHATINGGI

(PKJ 101:1-2)

 

  1. Ya Allah yang Mahatinggi, Kau pencipta dunia ini;

kami juga Engkau ciptakan agar Dikau tetap dipuji;

Engkau Bapa yang memberkati

tiap orang yang rendah hati,

tolonglah kami sekarang ini dan selamanya!

  1. Doa Penutup ( Saling mendoakan)
  2. Saat Teduh

 

Ibadah Keluarga tanggal 18 Juni 2017

 

  1. Saat Teduh
  1. Berdoa
  2. Memuji  AJAIB BENAR ANUGERAH (KJ 40:1-3)
  1. Ajaib benar anugerah: pembaru hidupku!

‘Ku hilang, buta, bercela; oleh-Nya ‘ku sembuh.

  1. Ketika insaf, ‘ku cemas, sekarang ‘ku lega!

Syukur, bebanku t’lah lepas berkat anugerah!

 

  1. Bacaan           : Ibrani 3 : 1-6
  2. Renungan

“ Yesus Kristus sebagai Kepala”

 

Hidup berkeluarga itu dilandasi dengan kesetiaan , kepercayaan dan pengharapan dan melalui keluarga yang diberkati inilah semua anggota keluarga bersama        sarujuk menyatakan karyanya masing-masing sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya, misalnya dalam keluarga itu adalah seorang bapak yang adalah sebagai kepala keluarga atau imam bagi keluarga dan seorang ibu sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Demikian pula dalam surat rasul Paulus kepada jemaat Ibrani yaotu bahwa setiap orang percaya telah mendapat bagiannya masing-masing dalam panggilan pelayanan sorgawi ( ibr. 1 : 14 ) dan memberitakan kesaksian kepada semua orang bahwa Rasul dan Imam Besar yang kita akui yaitu Yesus Kristus. Dalam kesaksian orang percaya dengan tanda-tanda dan mukjijat dan oleh berbagai bagai penyataan kekeuasaan dan karunia Roh Kudus ( Ibr 2 : 4 ).

Sama seperti Musa, kitapun adalah sebatas Pelayan untuk memberi kesaksian tentang apa yang akan diberitakan kemudian. Oleh karena yang layak untuk mendapat kehotmatan , kemulian dan kemegahan adalah hanya Kristus Yesus sendiri, sebab Dialah yang mengepalai rumahNYA dan RumahNYA itu adalah kita yang adalah pelayan-pelayanNYA.

Sebagai ahli bangunan , kristus sudah memepersiapkan dan melengkapi bangunan setiap rumahNYA dengan segala sesuatu supaya setiap orang percaya sampai akhir hidupnya tetap teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Nasehat pastoral Paulus untuk mengingatkan jemaat ibrani bahwa betapa luarbiasa berat tantangan dan cobaan yang senantiasa akan dihadapi dalam hidup setiap orang percaya dan tantangan serta cobaan itu adalah hati yang jahat.tidak percaya lagi kepada Yesus Kristus , tegar hati dan berbagai tipu daya dosa ( ibr 3 : 12-14 )

Nasehat pastoral Rasul Paulus dalam bacaan kita ini menyadarkan kepada setiap orang percaya dan setiap keluarga-keluarga warga jemaat senantiasa perlu saling menasehati setiap saat.setiap waktu dan kesempatan apapun dan dimanapun. Tidak hanya untuk hari ini tetapi juga untuk hari esok dan kekal selamanya bahwa kita telah mendapat bagian dalam panggilan sorgawi untuk tetap dengan setia dan teguh dalam Hidup berkeluarga yang menyatakan karya Allah. Hanya kristus yang layak dan pantas untuk mendapat kemuliaan dan kehormatan kerena memeang Dialah Pemilik dan Kepala RumahNYA .

 

  1. Memuji 

KUDENGAR BERKATMU TURUN (KJ 235:1,4,6)

 

Ku dengar berkat-Mu turun bagai hujan yang lebat

Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat

Aku pun, aku pun, ya berkati aku pun !

 

Mampirlah, ya Roh perkasa, t’rangi mata hatiku

Sabda Kristus b’ri berkuasa, dalam diri hamba-Mu

Aku pun, aku pun, ya terangi akupun !

 

  1. Doa Penutup ( saling mendoakan )
  2. Saat Teduh

 

 

Ibadah Keluarga tanggal 19 Juni 2017

 

  1. Saat Teduh
  2. Berdoa
  3. Memuji 

BAGIMU, TUHAN, NYANYIANKU  (KJ 8:1,2,4)
 

  1. Bagi-Mu, Tuhan, nyanyianku,  kar’na setara-Mu siapakah ? Hendak kupuji Kau selalu;  padaku Roh Kudus berikanlah, Supaya dalam Kristus, Putra-Mu,

Kidungku berkenan kepada-Mu

 

  1. O tuntun aku ke Putra-Mu,  agar pada-Mu ‘ku dituntun-Nya;Dan Roh-Mu diam dalam rohku,  membuat mata hatiku cerah Sehingga kurasakan damai-Mu Dan kuungkapkan dalam kidungku

 

  1. Bacaan     : Ibrani 2 : 5-9
  2. Renungan

“ Segala sesuatu telah di taklukkan oleh Kristus

 

Dalam film-film super hero atau action selalu ditampilkan seorang pahlawan super yang berani tidak takut dalam menghadapi kejahatan atau lawan-lawannya dan melalui kebugaran tubuhnya atau ketrampilanseni beladirinya, pahlawan super ini di akhir cerita film tersebut selelu ditampilkan sebagai jagoan superhero yang selalu menang dalam memberantas atau menaklukkan kejahatan  

Cara manusia menyelamatkan manusia dan menaklukkan kejahatan antara jagoan superhero dan kristus sangat berbeda , kalo jagoan superhero banyak mempertontonkan adegan kekerasan , hukum balas dendam dan pembunuhan , cara Yesus dalam menyelamatkan dan menaklukan kejahatan justru sebaliknya . Yesus justru memberikan diriNYA sebagai korban dan memalui darahNya yang kudus kristus mengampuni dosa manusia. Melalui KasihNYA ia menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan kejahatan ( ibrani 10 : 2-4 ) . Jadi dalam hal ini Yesus memberikan teladan kepada setiap umatNYA bahwa untuk mengalahkan dan menaklukkan kejahatan itu bukan dengan kekerasan dan balas dendam tetapi dengan penderitaan , pengorbanan dan kasih.

Oleh sebab itu nasehat Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Ibrani yaiutu untuk bearni tidak takut dalam menghadapi dosa dan kejahatan , ada tertulis :  Tuhan adalah penolongku, Aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia aku ? ( ibrani 13:6 )Segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kakiNYA. Jadi kristus sudah terlebih dahulu mengalahkan dunia dan kejahatan , lalu siapa takut? Jadi dalam hal ini Kristus sudah terlebih dahulu memberikan teladan kepada kita bahwa melalui penderitaan maut, ia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat , supaya oleh kasih karunia ia mengalami maut bagi semua manusia.

Setiap orang percaya terpanggil untuk menjadi anak Tuhan yang pemberani artinya berani untuk tidak takut dalam menghadapi segala sesuatu , menghadapi dosa dan kejahatan, berani untuk hidup kudus berani untuk hidup tidak  bercacat dan bercela

Menjadi pemberani untuk menempatkan Kristus sebagai Tuhan yang pemberani yang sudah mengalahkan segala sesuatu dan yang sudah menakluk dosa dan kejahatan. Amin   

 

  1. Memuji 

KUDENGAR BERKATMU TURUN (KJ 235:1,4,6)

Ku dengar berkat-Mu turun bagai hujan yang lebat

Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat

Aku pun, aku pun, ya berkati aku pun !

 

Mampirlah, ya Roh perkasa, t’rangi mata hatiku

Sabda Kristus b’ri berkuasa, dalam diri hamba-Mu

Aku pun, aku pun, ya terangi akupun !

  1. Doa Penutup ( Saling mendoakan)
  2. Saat Teduh