Yang Berkobar dan Tak Pernah Padam

MINGGU, 30 APRIL 2017

PASKAH 3 ---  STOLA  MERAH

Bacaan 1         : Kisah Para Rasul 2:36-41

Bacaan 2         : 1 Petrus 1:17-23

Bacaan 3         : Lukas 24:13-35

Tema Liturgis  : Perjumpaan dengan Kristus yang Mengubah Hidup

Tema Khotbah : Yang Berkobar dan Tak Pernah Padam

Keterangan Bacaan

  1. Kisah Rasul 2:36-41
  1. Petrus tidak memiliki keraguan lagi, dia berkhotbah menceritakan bahwa Yesus adalah benar-benar Tuhan dan Kristus. Setelah mendengar khotbah Petrus, orang-orang merasakan hati mereka terharu. Ada yang bergetar ketika seseorang menerima kesaksian tentang Yesus.
  2. Getaran rasa haru yang mereka rasakan membuat mereka akhirnya benar-benar percaya dan memberikan diri mereka untuk dibaptis.
  3. Ada jalan iman bagi orang percaya: bertobat, dibaptis dalam nama Yesus Kristus, diampuini, dan menerima karunia Roh Kudus.
  1. 1 Petrus 1:17-23

Setiap orang Kristen memiliki beberapa kualitas hidup berikut ini:

  1. Hidupnya berharga. Orang Kristen menghargai hidupnya, dan tidak akan menyia-nyiakannya. Karena untuk mendapatkan hidup itu, ada Kristus yang harus dikurbankan. Dalam pemahaman iman Kristen, Tuhan sendiri telah hadir untuk menukar hidupNya yang kudus dengan hidup manusia yang berdosa. Maka hidup orang Kristen adalah hidup yang semestinya kudus.
  2. Hidupnya taat. Orang Kristen menjaga supaya hidupnya senantiasa benar. Firman Tuhan adalah penuntun hidupnya. Orang Kristen menjaga dirinya dalam jalur iman dan pengharapan.
  3. Hidup penuh kasih  persaudaraan. Sehari-hari orang Kristen mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus dan sepenuh hati.
  1. Lukas 24:13-35
  1. Dua murid berjalan ke Emaus setelah kebangkitan Yesus. Yesus datang menjumpai mereka, mereka tidak mengenalinya. Yesus bertanya kepada mereka tentang siapakah Dia. Para murid itu menjawab sesuai dengan pengenalan mereka: Dia mati disalibkan oleh para pemimpin agama. Mereka kecewa karena mereka berharap Yesus akan membebaskan  daari penindasan penjajah. Namun mereka juga mendengar kabar kebangkitan Yesus. Agaknya mereka tidak benar-benar yakin akan kabar kebangkitan itu, setidaknya antara percaya dan tidak percaya.
  2. Namun di penghujung hari mereka menyadari bahwa orang yang menyertai perjalanan mereka itu adalah Yesus. Dan mereka baru sadar, perjumpaan dengan Yesus itu mengobarkan hati mereka. Dan mereka pun menceritakan itu kepada para murid lain yang masih di antara percaya dan tidak percaya. Perjumpaan dengan Yesus itu memantapkan mereka dalam beriman.

BENANG MERAH TIGA BACAAN

Perjumpaan dengan Kristus membawa sebuah ciri yang serupa: orang tersebut merasakan aliran dan gerakan iman tidak pernah padam, yang tertuju hanya pada satu hal bersaksi untuk dan tentang Dia.

RANCANGAN KHOTBAH: Bahasa Indonesia

Pendahuluan

Mari merunut kisah Yesus dan melihat tentang orang-orang yang berjumpa denganNya sejak Dia kecil sampai pada wafatNya dan kebangkitanNya.

  1. Para ilmuwan, diwakili oleh para majus. Perjumpaan mereka dengan Yesus membuat mereka merendahkan diri di hadapanNya dan menyembahNya.
  2. Orang saleh, diwakili oleh Simeon dan Hana  yang berjumpa Yesus 18 hari.
  3. Orang-orang sederhana, diwakili oleh para gembala, para nelayan yang menjadi muridNya.
  4. Rohaniawan/ Ulama, diwakili oleh para ahli Taurat yang berjumpa Yesus 12 tahun dan Nikodemus. Perjumpaan dengan Yesus membuat mereka tertegun dan heran, bahkan Nikodemus adalah orang yang akhirnya menyertai Yesus sampai kematianNya. Bahkan dia juga yang membela Yesus di hadapan orang Farisi dengan mengatakan "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?" (Yoh 7: 51)
  5. Orang kaya, diwakili oleh Zakheus dan Lewi/ Matius. Lewi menjadi murid Yesus dan Zakheus terbuka hatinya dan bahkan dia berjanji akan memberikan separuh miliknya untuk orang miskin dan jika memeras akan dikembalikan 4 kali lipat.
  6. Perempuan, diwakili oleh Maria Magdalena yang disembuhkan Yesus dari pendarahan. Dia mengikut Yesus ke mana pun, bahkan menjadi saksi kunci kebangkitan Yesus. Dan tentu saja di kelompok ini  kita tidak bisa melupakan Maria, ibu Yesus, dia ikut ke manapun Yesus pergi, bahkan sampai kematianNya.
  7. Para sahabat, diwakili oleh para murid, Lazarus bersaudara. Mereka setia kepada Yesus sampai kematian mereka.
  8. Dll.

Dan hari ini bacaan kita menceritakan tentang Petrus dan dua murid lain yang bertemu Yesus dalam perjalanan ke Emaus. Apakah kesamaan dari orang-orang yang bertemu dengan Yesus itu? Mereka yang berjumpa dengan Dia, hidupnya tidak pernah sama lagi. Kesetiaan lahir dalam hati mereka, dan mereka memiliki semangat untuk terus hidup mengikut Yesus di mana pun, kapan pun, dalam keadaan apa pun. Bahkan jika kita mengatakan seorang Yudas yang berkhianat pun, dia sebenarnya tidak tahu bahwa pengkhianatannya akan menyebabkan Sang Guru terbunuh, dia menyesal sampai meninggal.

Orang yang hanya mendengar cerita tentang Yesus dan tidak berjumpa secara langsung, mereka bisa membenciNya, mereka bisa meragukanNya. Namun, orang yang telah bertemu degan Yesus, mendengarkan perkataanNya, mereka tidak bisa menghindari kobaran api semangat dalam hati mereka untuk terus setia dan menceritakan Yesus dalam hidup mereka. Beriman.

Isi

Ketika berbicara tentang iman, kita kemudian mendapatkan sebuah kesimpulan: iman lahir dari perjumpaan. Orang-orang yang kita sebutkan di depan berjumpa dengan Yesus secara langsung. Tetapi ada orang-orang yang tidak berjumpa dengan Yesus secara langsung, namun merasakan perjumpaan itu. Yang paling terkenal tentu saja Paulus. Paulus sering mendengar tentang Yesus dan aksiNya, demikian juga dengan para murid. Sebagai seorang Yahudi taat, Paulus membenciNya bahkan hidupnya dibaktikan untuk membunuh para murid Yesus. Namun begitu dia berjumpa dengan Yesus dalam perjalanan yang menjadikannya buta ke Damaskus, walaupun hanya dengan suara. Paulus bertobat dan setelah itu menjadi pekabar Injil hingga menginternasional. Mengapa Stefanus berani mati, karena secara pribadi dia berjumpa dengan Yesus dalam roh (Stefanus selalu digambarkan sebagai orang yang kepenuhan Roh Kudus).

Begitu berjumpa dengan Yesus, segala tipu daya dan kelicikan luntur. Karena bukan hanya pikiran yang disentuh, tetapi yang disentuh adalah hati. Kalau sudah masuk ke hati, sudah! Ada yang berkobar dan tidak dapat padam. Dan itu adalah cinta. Setelah itu, hidup seseorang berubah.

Kita bisa melihat dari buahnya. Jika menurut Petrus dalam bacaan kedua tadi, ada tiga ciri khas orang yang telah mengalami perjumpaan dengan Yesus.

  1. Hidupnya berharga, dia yakin bahwa dia selamat dunia akhirat. Apakah Anda yakin bahwa Anda selamat dunia akhirat?
  2. Hidupnya taat. Bukan keinginan pribadi yang menuntun, tetapi firman Tuhan. Kita tidak khawatir lagi atas apa pun dalam hidup karena Tuhan menyertai kita. Apakah kita demikian?
  3. Hidupnya dalam kasih. Dia dikuasai oleh kecintaannya pada Yesus, orang melakukan sesuatu dengan melihat teladan Yesus, orang berjalan tidak lagi dituntun keuntungan pribadi, tapi semua hal dilakukannya dalam rangka menyatakan kasih Yesus ke dunia. Mereka mungkin dibenci, tapi mereka tidak pernah membalas membenci. Mereka mungkin disakiti, tapi mereka tetap mengasihi. Mereka mungkin dibunuh, tapi mereka tidak takut dengan kematian, karena kematian bukan akhir. Sama seperti Yesus, kematianNya hanyalah jalan pada kebangkitan dan kemulianNya.

Maka pada Minggu Paskah ketiga hari ini, marilah kita memeriksa diri kita. Iman yang kita miliki saat ini apakah iman yang lahir dari sekadar turunan, karena orang tua kita Kristen maka kita pun Kristen? Atau apakah lahir karena kita terpesona mendengar cerita-cerita tentang Yesus, yang bisa melakukan mujizat, yang bisa menyembuhkan, yang bisa mengubah orang miskin menjadi kaya? Atau iman kita lahir dari perjumpaan kita dengan Yesus?

Penutup

Semoga iman kita lahir dari perjumpaan dengan Yesus. Saya tidak bisa menggambarkan bagaimana perjumpaan dengan Kristus itu terjadi, karena setiap orang mengalaminya secara pribadi dan berbeda-beda. Yang saya tahu dan saya yakin, setelah perjumpaan itu, orang berubah, ada yang berkobar dalam dirinya dan tak pernah padam. Amin! [Gide]

Nyanyian: KJ 369