BERBEDA TAPI SATU DI DALAM TUHAN

Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.”

(Kisah Para Rasul 10:34)

Yesus cinta semua anak/ Semua anak di dunia/ Putih, kuning dan hitam/ Semua dicinta Yesus/ Yesus cinta semua anak di dunia.” Lagu inilah yang mengakhiri pelajaran Agama siang hari ini. Hari ini, Pak Tino mengajarkan kepada anak-anak untuk menga-sihi semua orang meskipun berbeda suku dan warna kulit. “Nah, anak-anak…Bapak tidak ingin mendengar kalian bertengkar dan saling mengejek tentang warna kulit atau suku. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus hidup saling menghormati. Apakah kalian bisa?” Semua pun menjawab, “Bisa Pak….”

Adik-adik, apa yang dikatakan oleh Pak Tino itu benar sekali. Kita tidak boleh menjelek-jelekkan sesama manusia, apalagi membenci dan memusuhi mereka karena berbeda suku. Nah, suatu kali Tuhan mengubah Petrus melalui perjumpaannya dengan seorang perwira Italia bernama Kornelius. Pada saat itu, bangsa Yahudi dilarang untuk bergaul dengan orang-orang dari bangsa lain. Namun, Tuhan memberikan pelajaran melalui apa yang Petrus alami. Mari kita membaca Kitab Kisah Para Rasul 10:25-36! Petrus sadar bahwa Tuhan tidak membeda-bedakan orang.

Adik-adik, Tuhan tidak pernah membeda-bedakan orang. Justru yang membeda-bedakan adalah manusia. Hari ini, kita mau belajar untuk tidak membeda-bedakan sesama kita manusia.